Pembudidayaan ikan perlu kemitraan

SLEMAN: Tingginya minat warga Sleman dalam pembudidayaan selayaknya diimbangi dengan usaha campur tangan pemerintah untuk menstabilkan harga. Tanpa adanya stabilitas harga tersebut, maka para kelompok ternak ikan akan kesusahan dalam bersaing.

Wakil Ketua DPRD Sleman Endri Nugraha Laksana mengatakan pemberian bantuan modal dan penyuluhan yang sudah digiatkan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir ini perlu ditindaklanjuti dengan pembuatan regulasi yang pro kelompok ikan.

Menurut Endri, pemerintah sebenarnya bisa mengambil peran dalam membantu kesejahteraan petani ikan misalnya saja dalam hal pemasaran ikan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia, adalah memfasilitasi kemitraan antara petani ikan dengan pasar modern.

“Kalau selama ini kelompok ternak kesulitan dalam memasarkan, pemerintah perlu menengahinya. Pemkab bisa saja membuat aturan bahwa pasar modern dan restoran wajib memasok ikan dari petani lokal. Sebaliknya, petani ikan juga diharapkan meningkatkan kualitas produknya,” ujar dia kepada Warta Sembada, Minggu (25/4).

Endri mengatakan jika hal itu bisa dilakukan, maka kedua belah pihak terutama petani akan sangat terbantu. Pasalnya dengan kemitraan itu, mereka tidak perlu lagi susah-susah dalam membangun pasar hingga keluar daerah.

Namun menurut Endri, pemkab juga perlu meningatkan penyuluhan agar daya saing produk lokal bisa lebih terjamin. Baik pasar modern maupun restoran, kata dia, juga tidak mau secara sembarangan memasok produk jika standar kualitasnya tidak layak.

“Agar produk petani lokal bisa diterima oleh pasar modern dan restoran, maka memang kualitasnya harus ditingkatkan. Dalam hal ini pemerintah perlu mengintensifkan penyuluhan baik untuk peningkatan kualitas saing maupun nilai tambahnya,” tegas legislator PKS ini.

Yang tidak kalah penting, kebijakan mengenai kemitraan tersebut juga harus dibuat detail sehingga saling menguntungkan. Menurut Endri, masalah pembayaran selama ini menjadi momok yang sering menakutkan para petani ikan tersebut.

“Jika seumpanya sistem pembayaran 3:1 terlalu memberatkan petani, maka pemkab bisa mengubahnya menjadi 2:1 sehingga petani tetap bisa berproduksi,” kata dia.

Solusi lain yang bisa diambil, menurut Endri, adalah dengan mengembangkan pasar ikan. Menurut Endri, permasalahan selama ini, jatuhnya harga ikan disebabkan oleh permainan tengkulak. Dengan adanya pasar ikan yang resmi, kata dia, maka para tengkulak tidak bisa secara leluasa mempermainkan harga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: