Seks usia dini picu kanker serviks

DEPOK: Para wanita ABG (anak baru gede) wajib hati-hati dalam menjaga diri. Pasalnya hubungan seks dalam usia dini ternyata bisa memicu timbulnya kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim. Sialnya, masa inkubasi sel-sel kanker serviks berlangsung dalam waktu yang cukup lama yakni 10-15 tahun.

Hal itu terungkap dalam seminar yang bertitel “Bahaya kanker serviks, problema dan solusinya” yang digelar di Auditorium Jogja International Hospital (JIH), Jl Ring Road Utara, Minggu (18/4). Acara yang diselenggarakan oleh PT TMS (Tribuana Manunggal Sejahtera), produsen produk-produk kesehatan wanita, menghadirkan pembicara dokter Oktavianus Wahyu.

Menurut Oktavianus, lebih dari 95 % kanker serviks berkaitan erat dengan infeksi HPV (Human Papiloma Virus) yang dapat ditularkan melalui aktivitas seksual. Hanya beberapa saja dari ratusan jenis virus HPV yang dapat menyebabkan kanker, yaitu tipe 16 dan 18 yang diperkirakan menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di Asia.

“Kanker leher rahim dapat terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Jika kekebalan tubuh berkurang, maka infeksi HPV akan mengganas dan bisa menyebabkan terjadinya kanker serviks. Gejalanya tidak terlalu kelihatan pada stadium dini, itulah sebabnya kanker serviks yang dimulai dari infeksi HPV dianggap sebagai The Silent Killer,” kata dia di hadapan sekitar 500 orang peserta seminar.

Pada tahap awal, kata Oktavianus, kanker serviks tidak menimbulkan gejala yang mudah diamati. Gejala fisik pada umumnya hanya dirasakan oleh penderita kanker stadium lanjut, yaitu munculnya rasa sakit dan perdarahan saat berhubungan seksual (contact bleeding), keputihan yang berlebihan dan tidak normal, perdarahan di luar siklus menstruasi, serta penurunan berat badan drastis. Apabila kanker sudah menyebar ke panggul, maka pasien akan menderita keluhan nyeri punggung, hambatan dalam berkemih, serta pembesaran ginjal.

“Gaya hidup yang tidak sehat dapat menjadi penunjang terjadinya infeksi karena rusaknya sistem imunitas tubuh. Kebiasaan merokok, kurang mengkonsumsi vitamin C, vitamin E dan asam folat dapat mengakibatkan infeksi mudah terjadi,” ujar dokter yang menempuh pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Fakultas Kedokteran UGM ini.

Sering kali, kata dia, pria tidak menunjukkan gejala terinfeksi HPV, sehingga secara tidak sadar akan menularkan infeksi kepada pasangannya. Seorang pria yang melakukan hubungan seks dengan seorang wanita yang menderita kanker serviks atau terinfeksi virus HPV, akan menjadi media pembawa virus ini. Selanjutnya, saat pria ini melakukan hubungan seks dengan istrinya, virus tadi dapat berpindah kepada istrinya dan menginfeksinya.

Menurut Oktavianus, meski menakutkan, namun kanker serviks sebenarnya bisa dicegah. Kanker serviks ini bisa dicegah dan diobati bila terdeteksi pada stadium prakanker yakni dengan rutin melakukan Pap smear.

“Bila terdiagnosis pada stadium prakanker, maka kesembuhan setelah terapi bisa mencapai 100%. Dengan penanganan yang tepat, kanker serviks bukanlah sesuatu yang menakutkan,” lanjut dia.

Gejala seseorang terinfeksi HPV memang tidak terlihat dan tidak mudah diamati. Cara paling mudah untuk mengetahuinya dengan melakukan pemeriksaan sitologi serviks. Pemeriksaan ini saat ini populer dengan nama Pap smear atau Papanicolaou smear atau Pap’s Test.

“Jika terinfeksi virus HPV atau terdiagnosis menderita lesi pra kanker, jangan cemas, karena saat ini tersedia berbagai cara pengobatan yang dapat menyembuhkannya. Beberapa pengobatan bertujuan mematikan sel-sel yang abnormal dengan cara menyingkirkan bagian yang rusak atau terinfeksi dengan pembedahan listrik, pembedahan laser, atau cryosurgery (mematikan jaringan abnormal dengan pembekuan),” tegas Oktavianus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: