Harta kekayaan calon masih misterius

Djajadi-Ketua KPU

Teka-teki mengenai kekayaan tujuh pasangan calon bupati dan wakil bupati Sleman yang akan berkompetisi pada Pilkada 23 Mei mendatang hingga saat ini masih misterius. Berbeda dengan Gunungkidul dan Bantul, kekayaan para kandidat Sleman hingga saat ini malah belum diumumkan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Djajadi mengatakan hingga kini belum ada tanda-tanda Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai leading sector yang berhak mengumumkan kekayaan para kandidat memberi jawaban.

“Kami masih menunggu KPK. Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang diisi oleh calon pada halaman 19 menyebutkan bahwa para kandidat memberikan kuasa kepada KPK untuk mengumumkan seluruh kekayaannya,” ujar dia kepada Warta Sembada, Rabu (28/4).

Djajadi mengatakan, pihaknya sebenarnya mempunyai dokumen mengenai daftar kekayaan para calon. Namun, dokumen tersebut masih belum sepenuhnya sesuai dengan persyaratan, selain itu pihaknya juga tidak memiliki kewenangan penuh atas LHKPN.

“Kita tidak bisa mengumumkan sebelum KPK mengumumkannya. KPK yang memiliki kewenangan LHKPN, sementara kami hanya akan menyebarluaskan pengumuman tersebut. Kita juga tidak enak, Bantul dan Gunungkidul sudah mengumumkan namun Sleman masih belum. Makanya kami terus meminta KPK agar secepatnya mengumumkan, sehingga kami bisa menyebarluaskan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara untuk rekening dana kampanye para calon, Djajadi mengatakan semua pasangan calon sudah memasukkannya. Namun dalam rekening yang diserahkan para kandidat tersebut baru sebatas saldo awal saja.

KPU, kata dia, kembali akan mengecek rekening para calon sehari sebelum kampanye yakni pada 5 Mei untuk mengetahui traffic dana yang masuk. Selanjutnya, setelah kampanye usai, para kandidat kembali wajib melaporkan pemasukan dan pengeluaran rekening masing-masing.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinadatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: