Sendangtirto kembangkan wisata religi

Beberapa desa wisata di Sleman saat ini sedang terseok-seok karena kalah bersaing dalam menjaring pengunjung. Namun hal itu tidak mengurangi niat aparat pemerintah desa (Pemdes) Sendangtirto, Berbah, untuk mengembangkan desa tersebut menjadi desa wisata religi.

Kepala Desa Sendangtirto Sardjono mengatakan sebenarnya desa tersebut sudah sejak lama memiliki potensi yakni cagar budaya Wotgaluh. Sayangnya, kata dia, tempat peziarahan tersebut belum dikelola secara maksimal.

“Menurut sejarahnya kan komplek Wotgaluh itu merupakan makam Pangeran Purboyo, putra dari Panembahan Senopati. Sejak dulu makam tersebut sudah jadi tempat peziarahan warga terutama malam Senin Kliwon,” ujar dia saat ditemui Warta Sembada, di ruang kerjanya.

Menurut Sardjono, Pemdes setempat telah memprogramkan pemugaran tempat peziarahan yang berada di sebelah utara desa tersebut. Dikatakan, total luas kompleks pemakaman tersebut diperkirakan mencapai 2.800 meter persegi.

Selain itu, kata dia, Pemdes Sendangtirto juga berencana mempromosikan agenda rutin di komplek tersebut yakni prosesi Sadranan Agung. Agenda yang biasanya digelar pada Agustus tersebut, kata dia, akan digelar lebih meriah.

“Untuk agenda tahunan selanjutnya, kami memiliki rencana akan dibuat lebih meriah sehingga menarik lebih banyak pengunjung ziarah. Menurut rencana para kerabat keraton juga akan turut hadir,” ungkap dia.

Sardjono mengatakan, selain untuk menarik lebih banyak pengunjung, agenda tersebut juga bertujuan untuk memupuk rasa persatuan warga desa. Maklum saja, desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bantul ini saat ini terdiri dari 14.743 jiwa yang terbagi dalam 18 pedukuhan.

“Kami tidak berpikir dari segi pendapatannya, karena semuanya akan dikembalikan lagi ke keraton. Cuma, dengan adanya agenda seperti itu, kami berharap warga semakin kompak sehingga pembangunan bisa berjalan lebih lancar,” kata dia.

Sardjono menambahkan, selain komplek pemakaman Wotgaluh, Sendangtirto juga memiliki potensi wisata lainnya yakni wayang kulit, jathilan, ketoprak, dan mocopat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: