Jebolan STM jadi milyarder Arwana

Suara riak air terdengar nyaring memecahkan keheningan pedukuhan Blendengan, Tegaltirto, Berbah. Empat orang pria dewasa tampak sedang berada di dalam sebuah kolam yang masih becek berukuran 10×10 meter.

Tangan-tangan cekatan mereka saling berkolaborasi membersihkan kolam yang masih terisi air dan sedikit lumpur tersebut. Sambil terus berjibaku dengan tepi kolam, sesekali mereka saling berbicara satu-sama lain.

Di tempat itu ada beberapa kolam yang ukurannya hampir sama dengan kolam tersebut. Antara kolam yang satu dengan kolam lain tinggi airnya juga tidak sama. Sesekali ikan-ikan Koi yang ada di kolam muncul ke permukaan.

Tak jauh dari kelompok kolam pertama, di sebelah utara juga ada deretan kolam yang lebih luas. Aroma di sekitar kolam yang sepenuhnya masih terbuat dari tanah itu sedikit lebih menyengat bila dibanding dengan komplek kolam yang satunya.

Di sana, ikan-ikan Arwana besar yang panjangnya sekitar setengah meter muncul di antara belukar air. Bagi si pemilik kolam, Santoso, Arwana-Arwana itu adalah pembawa keberuntungan yang telah mengubah hidupnya.

Pria yang tidak lulus STM jurusan elektro di sebuah sekolah negeri ini, tengah menikmati jarih payah budi daya ikan yang telah dirintis sejak 1996 lalu. Audit terakhir yang dilakukan oleh sebuah lembaga independen, total aset Santoso mencapai Rp3 miliar.

Dia telah menguasai areal kolam seluas 1,2 hektar dengan jumlah indukan Arwana lebih dari 1.400 ekor. Dalam mengurus Arwana itu, dia dibantu sebanyak 16 pekerja mulai dari yang khusus mengurus kolam hingga yang mencari katak (pakan Arwana).

Dua minggu sekali pria berumur 39 tahun ini memanen bibit Arwana silver. Sekali panen, bibit Arwana Silver yang telah memiliki panjang 7 cm totalnya bisa melebihi dua ribu ekor. Satu ekor anakan Arwana Silver dihargai Rp30 ribu.

Artinya dalam dua minggu, hasil produksinya bisa mencapai Rp60 juta. Arwana Silver produksi Mina Karya, milik Santoso, dipasarkan ke Jakarta. Konon, sesampainya di Jakarta, anakan arwana itu diekspor oleh pemasok ke Singapura.

Santoso mengaku, pencapaian yang sudah ia raih saat ini merupakan sebuah perjalanan yang rumit. Ayah tiga anak ini tidak langsung menjadi seorang milyarder yang memiliki aset Rp3 miliar. Empat belas tahun yang lalu, dia hanyalah seorang pria muda yang hampir putus asa karena tak kunjung bekerja.

Dia pernah melamar kerja di sebuah perusahaan elektronika. Namun sayangnya, saat tes psikologi, dia dinyatakan gagal, karena hasil tes menunjukkan Santoso tidak berbakat menjadi seorang karyawan. Saat mencapai titik keputusaasaan, dia lantas meminjam uang sebesar Rp900 ribu dari kakaknya.

Dari modal tersebut, dia lantas membeli 60 kg ikan Koi yang kemudian dibudidayakan di sebuah kolam seluas Rp300 meter. Rezeki tidak langsung turun dari langit, itu menjadi masa-masa yang sulit bagi Santoso karena ternyata semua Koi mati.

Dari sikap pantang menyerah, dia pun melanjutkan asa dengan kembali membeli benih ikan Koi. Untuk  panen yang kedua kalinya, Santoso sedikit mujur, jerih payahnya dia bisa menjual Koi yang pada saat itu masih dihargai Rp1.800 per kilonya.

Lewat pembelajaran otodidak dia mencoba mengalihkan usaha. Tahun 2004 dia mulai mengembangkan Arwana Silver. Itu merupakan sebuah perjudian baginya karena selama ini mitosnya Arwana tidak bisa berkembang di tanah Jawa.

“Budidaya Koi ternyata jauh lebih sulit karena sangat rentan penyakit sehingga saya mencoba berlaih ke Arwana. Perawatannya ternyata jauh lebih mudah,” kata dia.

Namun Santoso membalikkan semua mitos tersebut. Lewat ketekunan dan semangat pantang menyerah, usahanya perlahan menunjukkan grafik yang mengingkat. Dia pun mulai memperluas kolam dari semula hanya 300 meter saja menjadi 1,2 hektar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: