Masterplan Berbah Minapolitan segera rampung

Krido Suprayitno-camat berbah

Masterplan pencanangan kecamatan Berbah sebagai kawasan Minapolitan berbasis pertanian dan perikanan diperkirakan akan rampung pada Mei mendatang.

Camat Berbah Krido Suprayitno mengatakan, dari penjaringan aspirasi masyarakat yang dilakukan belum lama ini, ternyata respon warga setempat dan stakeholder seperti Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUP), Dinas Pertanian, Dinas Sumber Daya Air, Energi dan Mineral (SDAEM) dan Bagian Perekonomian cukup besar.

“Pada bulan Mei mendatang, masterplan Berbah Minapolitan sudah akan selesai. Pada bulan berikutnya menyusul DED (Detail Engineering Design) yang akan diselesaikan oleh instansi teknis,” ujar dia saat ditemui Warta Sembada di ruang kerjanya, Kamis (29/4).

Menurut Krido, masterplan yang sedang disusun tersebut akan mencakup konsep pengembangan Berbah Minapolitan untuk jangka pendek dan menengah yang meliputi sektor fisik dan non fisik. Konsep itu, kata dia, akan dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) mendatang.

Dikatakan, konsep Minapolitan juga akan disinergikan dengan aspek pertumbuhan wilayah dan pemberdayaan masyarakat setempat. Minapolitan, kata dia, akan menjadikan pembangunan di Berbah lebih terintegrasi.

“Nantinya peningkatan produksi pertanian akan ditunjang oleh pembangunan fisik misalnya jalan poros desa, jalan usaha tani, irigasi, dan air bersih. Dengan demikian nilai tawar para petani akan meningkat,” ungkap dia.

Selain itu, kata dia, di desa-desa di Berbah juga akan dikembangkan menjadi sentra produksi ikan misalnya Kalitirto sebagai sentra nila dan lele, Jogotirto sentra gurame, Tegaltirto sentra ikan patin, dan Sendangtirto sebagai pusat udang galah.

“Pemberlakuan konsep Minapolitan akan sangat membantu para pertani ikan karena adanya spesifikasi produk tersebut. Selain itu, para tengkulak tidak akan bisa leluasa memainkan harga karena akan dibuat standarisasinya,” tegas Krido.

Penjaringan aspirasi masyarakat, kata dia, juga menghasilkan kesepakatan bersama manajemen pengelolaan air oleh forum lintas pelaku pemakai air yang terdiri dari Gapoktan, petani pemakai air, peternak dan pengrajin.

“Dengan adanya kesepakatan tersebut maka upaya pelestarian sumber daya air bisa dilakukan secara berkelanjutan. Pada dasarnya, pertanian dan perikanan di Berbah memang sangat tergantung pada ketersediaan air,” tegas dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: