KPU tidak lakukan sortir surat suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman tidak akan melakukan sortir surat suara yang akan akan didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 23 Mei mendatang. Padahal pada pilpres lalu setidaknya ditemukan ada 28 ribu surat suara yang rusak.

Anggota KPU Sleman Hazwan Iskandar Jaya mengatakan, berbeda dengan Pileg dan Pilpres lalu, kali ini surat suara langsung dilipat dan disortir rekanan pemenang tender di percetakannya. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan untuk menghemat anggaran.

“Kalau pileg dan pilpres, pengadaan logistiknya ditangani langsung oleh pusat, sementara untuk pilkada kami sendiri yang menangani. Sortir langsung oleh rekanan biayanya lebih murah,” ungkap Hazwan saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/4).

Ditanya soal kemungkinan surat suara rusak, Hazwan mengatakan pihaknya sudah menungaskan dua orang staf untuk memantau proses pencetakan surat suara. Pelipatan dan sortir surat suara, kata dia, dilakukan oleh mesin.

Selain itu, kata dia, KPU juga nantinya akan melakukan pengecekan secara sampling jika surat suara telah sampai di KPU. Tujuannya, kata dia, adalah untuk mengetahui persentase kemungkinan jumlah suara yang rusak.

“Lagipula dalam peraturan KPU No72 tahun 2009 disebutkan Ketua KPPS pada saat menyerahkan surat suara harus dalam keadaan terbuka kepada pemilih. Artinya pada saat itu masih ada kesempatan untuk mengganti surat suara yang rusak karena ada cadangan sebanyak 2,5%,” ungkap Hazwan.

Menurut Hazwan, surat suara yang sudah disusun dalam bentuk paket akan tiba di KPU yang dijadwalkan selambat-lambatnya pada 13 Mei mendatang. Dikatakan, surat suara dan form lainnya tidak akan diutak-atik lagi.

“Langsung dipaketkan dan disesuaikan jumlahnya sesuai dengan jumlah per TPS. Setelah melakukan packing selama tiga hari, nantinya logistik pilkada akan dikirim ke PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan),” tegas dia.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinadatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: