Pasar modern diminta mengakomodasi UKM

Rohman Agus Sukamta-Wakil Ketua DPRD

Pasar modern yang beberapa tahun terakhir ini terus menjamur di Sleman diminta untuk mengakomodasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yakni dengan cara memberikan ruang kepada mereka memasarkan produk di pasar modern tersebut.

Wakil Ketua DPRD Sleman Rohman Agus Sukamta mengatakan seharusnya Pemkab melakukan pengendalian terhadap pasar modern. Menurut dia, Pemkab perlu membuat kebijakan yang melindungi UKM dan juga pasar tradisional.

“Pemkab sebaiknya membuat klausul sebelum memberikan izin pendirian pasar modern misalnya saja memberikan akses kepada pelaku UKM untuk memasarkan produknya sebagai bentuk kebersamaan antar pelaku usaha,” ujar dia kepada Warta Sembada.

Menurut Agus, sektor UKM merupakan sektor yang berdekatan dengan ekonomi rakyat. Karena itu, kata dia, para pedagang, pelaku usaha yang menjadi aktor industri kecil layak diperhatikan secara kontinu.

“Perkembangan pasar modern belakangan ini semakin pesat. Penetrasi pasar modern tersebut menyebabkan terjadinya ancaman bagi pasar tradisional, para pedagang, warung kelontong dan juga pelaku UKM,” ungkap legislator PAN ini.

Dikatakan, kehadiran pasar modern di Sleman memang seperti pisau bermata uda yang pada saatnya akan mematikan sistem ekonomi kerakyatan. Hadirnya pasar modern, kata dia, menjadikan konglomerat menjadi jaya secara finansial namun pada saat yang bersamaan membuat pasar tradisional dan pelaku UKM kian terpinggirkan.

Potensi Industri kecil dan menengah yang merupakan bagian dari sektor UKM belum tergarap dengan baik. Data Badan Pusat Statistik (BPS) DIY 2008 menunjukkan jumlah industri kecil di Sleman sebanyak 14.720 perusahaan, industri besar-menengah sebanyak 93 perusahaan dengan serapan kerja sebanyak 8.596 orang.

“Kebijakan-kebijakan Pemkab belum mampu menyentuh persoalan yang sebenarnya. Sebagian para pelaku di sektor IKM masih menghadapi persoalan seperti permodalan, teknologi, jaringan pemasaran, dan inovasi disain,” ungkap dia.

Menurut Agus, ketergantungan para pengrajin terhadap perdagangan tertentu seringkali menyebabkan mereka tidak berdaya sehingga berada pada posisi yang lemah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: