Gempa merapat ke kubu Sukamto

Gerakan Masyarakat Peduli (Gempa) Indonesia memutuskan untuk merapat ke kubu Sukamto-Suhardono. Kesepakatan tersebut tercapai saat kedua belah pihak menyatakan ikrar di Grha Sarina Vidi, Kamis (6/5).

Padahal sebelumnya organisasi sosial yang mengklaim memiliki anggota lebih dari 10 ribu orang di Sleman ini konsisten mendukung pasangan Zaelani-Heru Irianto Dirjaya. Bahkan pada saat deklarasi pasangan yang diusung Golkar, PDP dan Hanura ini, Gempa Indonesia masih memberikan dukungan.

Ketua Umum Gempa Indonesia Bambang Hariono mengatakan, keputusan tersebut diambil karena terjadi ketidakcocokan dengan pasangan Zaelani-Dirjaya. “Koalisi kami sudah tidak kondusif karena suatu hal yang tidak bisa kami ceritakan. Padahal kami awalnya masuk dalam salah satu elemen pengusung,” ujar dia kepada wartawan di sela-sela pertemuan.

Menurut Bambang, keputusan bergabung dengan tim Sukamto-Suhardono dilandasi oleh semangat kebersamaan karena persamaan misi. Menurut Bambang, dirinya sudah lama kenal dengan Sukamto dan merasa memiliki garis perjuangan yang sama.

“Kami memutuskan hal ini setelah rapat berkali-kali. Kami mau bergabung dengan tim Sukamto karena mereka memiliki komitmen dengan program kami yakni meningkatkan perekonomian warga,” ungkap Bambang.

Bambang mengatakan, organisasi yang dipimpinnya merupakan organisasi yang independen dan tidak berpolitik praktis. Dukungan kepada Sukamto, kata dia, semata-mata karena Sukamto juga memperjuangkan program mereka.

“Kami mendukung karena program kami diperjuangkan,” ungkap dia.

Sementara itu Sukamto mengatakan pihaknya sangat menghargai integritas Gempa Indonesia yang konsisten memperjuangkan masyarakat kecil. Karena itu kata dia, pihaknya sangat senang saat Orsos tersebut menyatakan dukungannya.

“Saya suda lama mengenal organisasi ini dan integritasnya cukup baik. Dengan bergabungnya mereka maka akan semakin menambah warna pelangi Sembada,” kata anggota DPRD DIY ini.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: