Hafidh bantah punya kekayaan minus

Calon Bupati yang diusung oleh koalisi Demokrat, PKS dan PPP Hafidh Asrom membantah jika disebut kekayaannya minus seperti yang dilansir oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Imam Muharror, tim sukses Hafidh, mengatakan hutang sebesar Rp1,9 miliar merupakan hutang agunan usaha dari perusahaan yang dipimpin Hafidh yakni PT Multi Sarana Asram. Hutang tersebut merupakan hasil checking yang dilakukan oleh Bank Indonesia atas permintaan KPK yang sebenarnya tidak dicantumkan dalam laporan hasil kekayaan Hafidh.

Menurut Imam, pihaknya memang sengaja tidak memasukkan aset yang dimiliki oleh PT Multi Sarana Asram ke dalam daftar harta kekayaan pribadi karena melibatkan beberapa investor. Aset perusahaan ini menurut audit yang dilakukan oleh Kartika Agung Caraka Apprasial mencapai Rp18 miliar, atau dengan nilai lelang sebesar Rp16 miliar.

“Namun ternyata KPK melakukan cek silang ke Bank Indonesia dan menemukan adanya hutang agunan usaha sebesar Rp9,1 miliar karena memang selaku pimpinan perusahaan sudah sewajarnya jika Hafidh yang tanda tangan soal hutang. Itu yang menyebabkan timbulnya selisih kekayaan dan hutang Hafidh,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hafidh yang pada Pilkada amendatang berpasangan dengan Sri Muslimatun memiliki minus kekayaan sebesar Rp2,9 miliar. Anggota DPD RI ini sebenarnya memiliki total kekayaan yang mencapai Rp6,2 miliar.

Harta kekayaan Hafidh terdiri dari harta tidak bergerak (4,4 miliar), harta bergerak (1,06 miliar), harta bergerak lainnya (6,7 juta), surat berharga (40 juta), giro (325 juta), dan piutang (326 juta). Namun pada saat yang bersamaan, kandidat yang maju untuk ketiga kalinya ini juga memiliki hutang sebesar Rp9,1 miliar.

Imam mengatakan, selanjutnya pihaknya akan melakukan klarifikasi ulang ke KPU Sleman sehingga ada kejelasan mengenai simpang siur kekayaan calon yang didukungnya. Menurut dia, harus ada pembedaan antara kekayaan pribadi dengan perusahaan yang melibatkan beberapa investor.

Sementara Hafidh, melihat bahwa pengumuman kekayaan yang dilakukan oleh KPU Sleman merupakan bagian dari proses good and clean governance. “Warga memilih calon yang dipandang memiliki kapabilitas dan komitmen, bukan dari kekayaannya,” ungkap Hafidh.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: