Sleman Siaga I

Memasuki masa kampanye Pilkada yang akan dimulai pada Kamis (6/5), Polres Sleman menaikkan status pengamanan wilayah yang sebelumnya Siaga II menjadi Siaga I. Kenaikan status ini sekaligus juga akan dibarengi dengan penjagaan yang lebih ketat dan terkonsentrasi.

Kapolres Sleman AKBP Yulza Sulaiman mengungkapkan, dalam masa kampanye besok, pihaknya memang tidak memetakan secara khusus titik-titik rawan yang dianggap sebagai daerah sensitif. Namun demikian, aparat Kepolisian sengaja dikondisikan untuk mencermati situasi secara keseluruhan termasuk kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

“Status ditingkatkan menjadi Siaga I karena besok sudah mulai masa kampanye. Dalam hal ini kami menghimbau kepada seluruh personil keamanan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan pemeriksaan rutin biasa yang lebih diperketat,” ujarnya dia di sela-sela simulasi pengamanan Pilkada di lapangan Pemda Sleman, Rabu (5/5).

Menurut Yulza, konsentrasi dari aparat yang diterjunkan adalah untuk mewujudkan Pilkada yang aman dan lancar. Dikatakan, dalam pelaksanaannya nanti Polres menyiapkan dua pertiga dari keseluruhan kekuatan yang dimiliki atau sekitar 1.360 personil.

Untuk standar pengamanan dalam siaga satu kali ini, pihaknya menyiapkan kesatuan di masing-masing polsek maupun Polres. Diantaranya pengamanan tambahan dengan kesiagaan on call.

“Sejak satu bulan sebelum tahapan kampanye sampai tahap akhir, kami juga telah melakukan pengamanan di rumah masing-masing calon kepala daerah. Meskipun demikian, pada status siaga satu kali ini tidak ada daerah yang disebut daerah steril karena kami hanya akan memberlakukan siap siaga aparat,” imbuhnya.

Terkait dengan simulasi pengamanan Pilkada, Yulza mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan jajaran Polri dalam rangka mewujudkan keamanan dan ketertiban dalam pelaksanaan Pilkada, dimana untuk mewujudkan hal tersebut telah ditentukan beberapa prioritas untuk pengamanan.

“Pengamanan ini diprioritaskan untuk pemilih, peserta calon kepala daerah, tim sukses dan beberapa tempat strategis yang dianggap rawan. Selain itu juga difokuskan pada distribusi logistik Pilkada hingga pengamanan hasil serta saat proses kampanye berlangsung,” terangnya.

Dikatakannya, simulasi pengamanan Pilkada ini dimaksudkan agar para personil pengamanan mengerti benar medan yang akan mereka hadapi. Dalam hal ini, diperlukan gambaran yang pasti akan apa yang memungkinkan terjadi sehingga bisa dilakukan antisipasi yang lebih matang.

“Polri memang harus melakukan deteksi dini terhadap kejadian apapun yang tidak diinginkan. Untuk cakupan kali ini adalah menyiapkan kekuatan pengamanan di tiap TPS untuk melindungi dan mengayomi masyarakat serta kewaspadaan pengamanan calon kepala daerah,” tuturnya.

Dalam gladi lapang ini diterjunkan sekitar 850 personil termasuk pengerah massa. Aparat Kepolisian dikondisikan dalam situasi bentrokan antara para pengunjuk rasa dan dilatih berbagai standar pengamanan lokasi. Dalam simulasi tadi, diterjunkan pula mobil water cannon dan anjing pelacak serta kesiapan personil pagar betis lengkap dengan persenjataannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: