SP terpancing visi-misi Bugi

Calon Bupati yang diusung koalisi PDIP, PAN dan Gerindra, Sri Purnomo melakukan blunder saat penyampaian visi dan misi calon bupati/wakil bupati yang digelar di Gedung DPRD Sleman, Kamis (6/5).

Bukannya membacakan visi dan misi, kandidat incumbent ini ternyata terpancing untuk menanggapi isi pidato visi dan misi yang disampaikan oleh pasangan Bugiakso-Kabul Mudji Basuki. Padahal waktu penyampaian visi dan misi yang diberikan kepada masing-masing kandidat cukup singkat, yakni tak lebih dari 20 menit.

Pidato SP diawali dengan sanggahan mengenai Salak Pondoh Sleman yang menurut pasangan Bugi-Kabul telah kehilangan jati diri karena dulunya bebas diperjualbelikan keluar daerah, sehingga belakangan ini harganya anjlok.

Kandidat yang berpasangan dengan Yuni Satia Rahayu ini mencoba membela diri, bahwa masalah salak Pondoh merupakan kesalahan sejarah sehingga tidak patut kiranya jika kesalahan yang dilakukan bertahun-tahun lalu diungkit kembali saat ini.

Blunder SP tidak hanya berhenti sampai di situ saja. Dia kembali terpancing untuk menanggapi visi-misi Bugi-Kabul yang menyayangkan kondisi pendidikan di Sleman yang hanya terfokus pada wilayah Depok saja.

Dalam hal ini SP berkilah bahwa salah besar jika dibilang pendidikan Sleman hanya fokus pada daerah tersebut saja. Dia mengatakan pendidikan di Sleman sebenarnya sudah merata. “Nilai tertinggi yang diperoleh siswa Sleman pada UAN SMA lalu bukan di Depok, melainkan di Pakem. Hal itu menunjukkan bahwa pendidikan di Sleman memang sudah merata,” ungkap dia.

Pidato yang dibacakan oleh SP tersebut sebenarnya sama persis dengan pidato yang dia sampaikan pada saat pembacaan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) beberapa waktu yang lalu misalnya saja soal angka kemiskinan, prestasi di bidang kesehatan, maupun prestasi di bidang pendidikan.

Menanggapi hal tersebut, salah satu tim sukses SP, Respati Ade Sasongko mencoba memberikan pembenaran. Menurut dia, apa yang disampaikan oleh SP merupakan sesuatu yang wajar. “Itu adalah psikologis kandidat independen. Tidak ada salahnya jika dia menyampaikan apa yang sudah dicapai selama pemerintahannya,” ungkap dia.

Penyampaian visi dan misi para kandidat ini berlangsung cukup monoton karena hanya digelar satu arah saja. Para kandidat hanya menyampaikan visi dan misi tanpa diselingi dengan tanya jawab ataupun debat antar kandidat.

Seluruh kandidat Cabup/cawabup yang ikut bertanding pada Pilkada mendatang hadir, kecuali calon wakil bupati independen Cahyo Wening. Menurut Mimbar Wiyono, pasangan Wening, wakilnya tersebut tengah menjalankan agenda lain.

Penyampaian visi dan misi tersebut juga dilengkapi dengan kejadian lucu. Pasangan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhiudatun mendapat jeweran langsung dari unsur pimpinan dewan yakni Ketua DPRD Kuswanto, para wakil yakni Sarjono, Rohman Agus Sukamto dan Endri Nugraha Laksana. Simbolisasi jeweran tersebut menurut AY merupakan bentuk kesiapannya bertanggungjawab jika melenceng dari amanat rakyat

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: