Kandidat berdayakan jurkam lokal

Model kampanye terbuka sepertinya tidak lagi menjadi idola bagi para kandidat yang akan berkompetisi pada Pilkada 23 Mei mendatang. Setidaknya hal itu terlihat pada tahap-tahap awal tahapan kampanye yang mulai digelar pada 6 Mei lalu.

Calon Bupati Independen Mimbar Wiyono mengatakan, untuk tahap awal kampanye terbuka ini pihaknya tidak menggelar menggelar model kampanye pengerahan massa. Menurut dia, timnya lebih memilih untuk melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat.

“Sosialisasi yang mengadakan ya kami-kami ini. Model kampanye seperti ini tidak membutuhkan jurkam,” ungkap dia.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh calon bupati indenden lainnya, Ahmad Yulianto. Dia merasa percaya diri dengan mengandalkan orang-orang yang menjadi tim suksesnya untuk menarik simpati massa. AY menuturkan, sebenarnya tim sukses tidak mengagendakan rapat umum, namun konstituen memintanya.

“Untuk kampanye terbuka kami tidak akan mengerahkan tokoh-tokoh nasional. Tapi kami hanya akan mengandalkan tim sukses saja yang memang benar-benar sudah dikenal oleh masyarakat,” ungkap AY.

Hafidh Asrom, kandidat yang sudah mulai menggelar kampanye di tiga lokasi pada Jumat (7/5), mengatakan pihaknya sebisa mungkin mencoba untuk menghindari model kampanye yang terbuka. Menurut dia, tujuan utama dari kampanye adalah bertemu dengan konstituen, bukan geber-geber motor.

“Pertemuan tersebut tidak harus melalui pengerahan massa. Kampanye terbuka menurut evaluasi kami hanya akan bisa mengumpulkan kader-kader saja. Namun dengan model blusukan ke grassroot, bisa bertemu dengan masyarakat secara riil,” ungkap anggota DPD RI ini.

Dikatakan, model kampanye pengerahan massa kemungkinan besar baru akan dilakukan menjelang akhir-akhir kampanye. Tokoh penting partai Demokrat seperti Andi Mallarangeng dan Anas Urbaningrum sudah menyatakan kesediaannya untuk menjadi Jurkam.

Purwanto Johan Riyadi, Ketua DPD II Golkar Sleman mengatakan pihaknya lebih memilih untuk menggelar kegiatan-kegiatan sosial untuk memperkenalkan pasangan yang diusung yakni Zaelani-Heru Irianto Dirjaya.

“Kami turun langsung ke masyarakat dan hasilnya lebih efektif dengan biaya yang relatif lebih kecil. Untuk kampanye terbuka masih membutuhkan koordinasi dengan DPD I (provinsi). Untuk jurkamnya kami sudah mencoba meminta kesediaan Helmi Yahya dan Nurul Arifin,” ungkap dia.

Yuni Satia Rahayu, calon wakil bupati yang berpasangan dengan Sri Purnomo mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan konsep kampanye terbuka seperti apa karena belum merampungkan rapat dengan DPD.

“Ini masih dalam pembicaraan di rapat DPD,” kata wanita yang akrab dipanggil Neni ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: