Kajian akademis perlu disiapkan

Spirit pemekaran wilayah yang sejak beberapa tahun terakhir ini ramai didengungkan, merambat juga ke Sleman. Kondisi pelayanan yang belum maksimal ditambah dengan jumlah penduduk yang kian membengkak menelurkan ide agar kecamatan terutama Depok dimekarkan.

Camat Depok Supardal mengatakan, kondisi yang sudah sangat padat saat ini sangat memungkinkan daerahnya untuk dimekarkan. Menurut dia, jika mengacu pada jumlah penduduk, Depok bahkan bisa dipecah menjadi 6 kecamatan.

“Pelayanan kepada masyarakat akan jauh lebih prima jika ada pemekaran wilayah. Seperti yang diketahui sekarang, Depok hanya terdiri dari tiga desa sementara jumlah penduduknya sudah menyentuh angka 200 ribu. Tentu saja ini bukanlah angka yang ideal,” ungkap dia.

Namun menurut Supardal, kecamatan bukanlah pemangku kebijakan dalam pemekaran tersebut. Menurut dia Pemkab dan DPRD adalah sebagai pihak yang paling pantas untuk mengambil keputusan yakni dalam hal pembuatan kajian akademis dan dalam pembuatan regulasi.

“Kami fungsinya hanya sebagai penyedia data yang dibutuhkan saja. Jika diminta oleh Pemkab, kami siap memberikannya,” kata Supardal.

Ketua Komisi A DPRD Sleman Rendradi Suprihandoko mengatakan sejak awal pihaknya memang sangat konsen dengan kondisi kewilayahan di Sleman. Menurut dia, di beberapa wilayah terutama di Depok, pelayanan publik belum memadai.

“Kami melihat, di beberapa desa, pelayanan publiknya sudah tak lagi memadai karena jumlah penduduknya yang sudah di atas normal, sedangkan jumlah aparat sangat terbatas. Karena itu pemekaran desa adalah hal yang paling mungkin untuk dilakukan,” ungkap dia.

Dikatakan, sesuai dengan PP 72 Tahun 2005 disebutkan bahwa 1 desa diisyaratkan minimal dihuni oleh 300 kepala keluarga (KK). Jika berpatokan pada aturan tersebut, ungkap mantan ketua DPRD ini, maka jumlah desa ataupun kecamatan di Sleman bisa menjadi berlipat.

“Jika mengacu pada aturan tersebut, Sleman nantinya bisa dipecah-pecah lagi menjadi banyak desa dan kecamatan. Bahkan jumlahnya bisa berlipat,” ungkap dia.

Rendradi mengatakan, yang paling penting dari sebuah pemekaran wilayah ada bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Karena itu, ungkap ketua DPC PDIP Sleman ini, pemekaran wilayah perlu ditopang dengan pengembangan fasilitas-fasilitas umum.

“Tentunya nanti jika ada pemekaran, bakal muncul kompleksitas masalah juga. Tapi itulah tantangan bagi kita semua jika ingin mewujudkan Sleman yang lebih maju,” Rendradi.

Komisi A, kata dia, meminta pihak eksekutif untuk segera melakukan kajian intensif untuk melihat kemungkinan pemekaran wilayah. Dijadwalkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mengundang instansi terkait yakni Assek I Setda Sleman dan Bagian Pemdes.

“Kami mendorong ekskeutif agar segera melakukan kajian intensif. Jika memang dimungkinkan, kenapa tidak hal itu segera diwujudkan,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: