Kampanye alternatif jadi pilihan

Empat pasangan yang akan berkompetisi pada Pilkada 23 Mei mendatang mendapatkan jatah untuk menggelar kampanye terbuka, Minggu (9/5). Keempat pasangan tersebut adalah Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Namun dari empat pasangan tersebut, hanya pasangan Bugi-Kabul saja yang mengadakan pengerahan massa. Sedangkan tiga pasangan yang lain lebih memilih untuk menggunakan strategi kampanye alternatif lainnya.

Pasangan AY-Nuki misalnya lebih memilih untuk menggencarkan silaturahmi dengan para pendukungnya. AY menyebut bentuk kampanye yang dia gunakan pada akhir pekan tersebut dengan nama konsolidasi pemilih. Pada kesempatan tersebut, pasangan independen ini menyambangi pendukungnya di dua wilayah yang berbeda yakni Sleman dan Cangkringan.

Untuk wilayah Sleman, konsolidasi dipusatkan di Penthung, Triharjo pada pagi hari. Siang harinya tim bergerak ke Bumi perkemahan Klangon, Glagahharjo. Di lokasi tersebut AY bersama tim sukses melakukan dialog dengan warga setempat yang diselingi dengan orkes dangdut.

“Kami lebih fokus pada konsolidasi pemilih mantap sebagai tim sukses maupun nantinya yang akan disiapkan menjadi saksi di TPS. Acara yang merakyat seperti ini yang diselingi dengan dialog membuat tim bisa sangat akrab dengan masyarakat,” ungkap AY.

Pasangan yang diusung oleh koalisi 23 partai Sukamto-Suhardono juga menggelar kampanye alternatif dengan berkunjung ke wilayah Timur. Sukamto yang diiringi oleh puluhan pendukungnya melakukan konvoi kendaraan yang diawali dari rumahnya di Jalan Kaliurang.

Tim kemudian bergerak ke arah timur dengan tujuan pertama adalah kecamatan Prambanan. Sebagian dari tim ada yang menggunakan kendaraan bak terbuka. Kendaraan tersebut lantas dipasangi alat peraga yang bergambar Sukamto-Suhardono dengan latar belakang pelangi yang cukup besar. Dari Prambanan tim kemudian menyisir  daerah lainnya yakni Depok dan Berbah.

Mimbar Wiyono-Cahyo Wening juga melakukan kegiatan kampanye yang tidak jauh berbeda. Saat mendapat kesempatan untuk menggarap wilayah Godean, Seyegan dan Gamping, pasangan ini bersama tim hanya membagi-bagi alat peraga kampanye.

“Kami sejak awal memang sudah konsisten ingin menghindari kampanye terbuka. Berkunjung langsung ke warga menurut kami jauh lebih efektif,” ungkap mantan birokrat Sleman ini.

Sementara itu pasangan independen lainnya Bugiakso-Kabul kembali menggelar rapat umum di lapangan Getas, Mlati. Bugi dan Kabul tampil sebagai jurkam utama dengan acara yang diselingi dangdutan dan campur sari. Sama seperti kampanye pertama di Sleman Utara, pasangan ini pun kembali mengumpulkan massa dalam jumlah yang cukup besar.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: