Gapura Candi Indah dibongkar hari ini

Gapura perumahan Candi Indah yang berlokasi di Wedomartani, Ngemplak yang belakangan ini dipersoalkan oleh warga setempat rencananya akan dibongkar hari ini oleh pengembang perumahan tersebut.

Pasalnya pada pertemuan antara perwakilan warga setempat dan pengembang yang difasilitasi oleh Pemdes Wedomartani dan Camat Ngemplak pada Selasa (11/5) malam, menemui jalan buntu karena warga bersikeras melakukan penolakan.

Camat Ngemplak Endang Widowati mengatakan dalam pertemuan tersebut akhirnya hanya dicapai tiga kesepakatan yakni pengembang harus membongkar gapura dengan batas waktu hingga 14 Mei, sarana drainase akan dibangun sendiri oleh warga, dan pintu-pagar komplek pemakaman di dekat perumahan harus dikembalikan seperti semula.

“Kami sebenarnya berkeinginan agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara baik dan menguntungkan kedua belah pihak. Namun warga sepertinya sudah tidak mau lagi diajak kompromi oleh pengembang,” ujar Endang yang didampingi oleh Kasie Trantib Sugeng Raharjo saat ditemui di kantornya, Rabu (12/5).

Menurut Endang, dalam pertemuan tersebut, warga mengungkapkan kekesalan dan kekecewaan mereka terhadap sikap PT Tri Karsa, pengembang Candi Indah. Karena itu warga akhirnya tidak bersedia lagi melakukan pembicaraan.

Untuk gapura, disepakati pembongkaran harus dilakukan oleh pengembang. Mereka selanjutnya dipersilahkan untuk memindahkan gapura ke tempat lain. Selain itu drainase yang selama ini juga menjadi perdebatan akan dibangun sendiri oleh warga.

“Drainase dari pertemuan yang digelar tersebut terungkap menjadi salah satu titik permasalahan. Mungkin dulunya pembangunan drainase menjadi salah satu klausul kesepakatan namun hingga sekarang belum dibangun oleh pengembang, padahal di daerah itu rawan terjadi genangan air,” kata dia.

Selain itu pagar pemakaman warga setempat di dekat perumahan yang dibangun oleh pengembang juga dinilai menimbulkan persoalan. Dengan adanya pagar tersebut rute warga ke pemakaman menjadi lebih jauh.

“Untuk masuk ke dalam pemakaman, warga harus mengambil jalur memutar karena pengembang mengubah rute yang dulunya dibangun warga. Karena itu warga menuntut agar pintu dan pagar makam dikembalikan seperti bentuk semula,” ungkap dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: