KPU tak akan umumkan KAP

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman memutuskan tidak akan mengumumkan kantor akuntan publik (KAP) yang akan ditunjuk untuk melakukan audit terhadap rekening dana kampanye tujuh pasang kandidat yang berkompetisi dalam Pilkada 23 Mei mendatang.

Ketua KPU Sleman  Djajadi mengatakan sesuai dengan Keppres 80 tahun 2003  KPU Sleman tidak memiliki kewajiban untuk mengumumkan KAP mana yang akan ditunjuk. Dia beralasan, nilai pengadaan jasa tersebut tidak mencapai Rp50 juta.

“Kami tidak akan mengumumkan KAP, karena nilai proyek per KAP tidak mencapai Rp 50 juta lebih. Dalam hal ini, Keppres 80 lebih tinggi dari pada peraturan KPU. Jadi menurut kami tidak perlu diumumkan,” terang Djajadi.

Lebih lanjut Djajadi menjelaskan, hingga saat ini Peraturan KPU No 69/2009 serta No 06/2010 sedang dalam tahap revisi. Bahkan, KPU Sleman pun telah mendapatkan surat edaran dari KPU Pusat perihal pengadaan KAP ini.

“Kami telah mendapatkan surat dari KPU Pusat nomor 192/KPU/IV/2010 tertanggal 9 April 2010 namun baru beberapa hari kemarin kami terima. Disana dijelaskan mengenai pengadaan jasa audit dana kampanye karena peraturan KPU sendiri sedang tahap revisi,” lanjutnya.

Dalam surat tersebut, lanjut Djajadi, bagi daerah yang jumlah pasangan calonnya lebih dari 4 pasang, maka setiap KAP diperbolehkan memeriksa Laporan Penerimaan dan Penggunaan Dana Kampanye (LPPDK) 2 pasangan calon. Sehingga, jumlah KAP yang akan diadakan tidak sejumlah pasangan calon.

“Berbeda dengan di Bantul, karena ada 3 pasangan calon, maka jumlah KAP-nya disesuaikan dengan jumlah pasangan. Nah, di Sleman ini, kami akan mengadakan 4 KAP, karena 1 KAP bisa memeriksa 2 LPPDK,” jelasnya.

Sementara mekanisme pengadaan jasa KAP, akan dilakukannya dengan sistem pemilihan langsung, karena dana yang dianggarkan hanya sejumlah Rp 60 juta. Saat ini, proses pengadaan KAP pun sedang berlangsung.

“Bagi company profil KAP yang sudah masuk, kami pilih mana yang sesuai dengan persyaratan. Jika tidak memiliki surat rekomendasi dari IAPI, maka langsung kami coret. Dan mereka juga sudah menyanggupi dengan pagu anggaran Rp 60 juta tersebut,” terang Djajadi.

Terkait dengan jumlah perusahaan KAP yang sudah memperkenalkan ke KPU Sleman, kurang lebih ada 10 perusahaan. Masing-masing berasal dari DIY, Jakarta, Solo dan Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: