Mahfud MD: Susno hanya pengalihan Gayus

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mensinyalir adanya pengalihan isu yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam kasus Susno Duadji. Mantan politisi PKB ini mengatakan, Susno hanyalah pengalihan kasus yang lebih besar yakni kasus Gayus Tambunan yang sudah terbukti 100 persen melibatkan pengacara, polisi, jaksa dan hakim..

Menurut Mahfud, saat ini ada kecenderungan timbulnya primavasi yakni penampakan kasus yang hanya di permukaan saja. Dia berharap agar kasus Gayus yang merugikan negara dalam jumlah besar tertutupi oleh Susno Duadji dan kasus teroris.

“Yang terjadi sekarang ini polanya hampir sama dengan timbulnya komando jihad di masa lampau yang diisukan memperjuangkan negara agamais. Saya lihat, kasus Susno juga kecenderungannya seperti itu yakni sebagai pembelokan kasus Gayus,” ujar dia  di sela-sela launching dan diskusi buku karyanya yang berjudul ‘Gus Dur : Islam Politik dan Kebangsaan’ di Restoran Suharti, Sleman, Jumat (14/5).

Meskipun demikian, Mahfud menegaskan bahwa penegakan hukum atas kasus Susno harus tetap dilakukan dengan tegas. “Saya belum tahu persis isi surat itu tetapi itu perlu dianggap niat baik dari seorang istri yang ingin meringankan hukuman suami. Namun penegakan hukum harus tetap tegas. Dan Susno juga harus tetap diperlakukan secara adil,” tegasnya.

Menanggapi surat yang dilayangkan oleh istri Susno Duadji, Herawati Duadji kepada ibu negara Ani Yudhoyono, Mahfud MD menganggap hal tersebut sebagai salah satu upaya untuk melakukan proses penegakan hukum secara lebih manusiawi. Mahfud mengharapkan agar hal tersebut bisa turut dipelajari oleh presiden.

“Ya mudah-mudahan itu bisa dipelajari. Mungkin dengan sentuhan antara dua wanita barangkali proses hukum yang sekarang berlangsung bisa dilakukan secara manusiawi tanpa menghilangkan maksud penegakan hukum yang sebenar-benarnya,” ujar Mahfud

Terkait wacana yang dilontarkan Amien Rais untuk maju pada Pilres 2015, Mahfud mengaku tak pernah ingin mengajukan jabatan sebagai presiden maupun wakil presiden. Mahfud menganggap hal tersebut sebagai sebuah wacana yang terlalu mengandai-andai.

“Itu masih terlalu jauh dan sangat berandai-andai. Sejauh ini saya tidak pernah berfikir utuk bisa meraih jabatan baru dalam pemerintahan,” ujar dia.

Menurut pandangan Mahfud, jabatan presiden maupun wakil presiden akan menjadikan posisinya sebagai hakim menjadi tidak adil lagi. Sebab, dalam meraih kedudukan tersebut memerlukan dukungan dari berbagai pihak yang otomatis harus bisa meraih simpati dari masyarakat.

“Kalau saya jadi presiden atau wakil presiden maka jadinya posisi saya sebagai hakim menjadi tidak adil mlagi. Karena mau-tidak mau sayaharus menyenangkan orang-orang untuk bisa mendukung saya maju ke kursi jabatan. Itu saya tidak mau dan memang tidak dibenarkan,” tegasnya.

Bagi Mahfud, saat ini ia akan tetap fokus mengemban tugas yang diamanahkan padanya. Ia bahkan tidak peduli jikalau ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa dukungan dari rakyat untuk dirinya menjadi presiden sangatlah kuat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: