Mimbar-Wening blusukan ke tiga pasar

Mengunjungi pasar-pasar tradisional sepertinya tengah menjadi tren pilihan bagi para kandidat yang berkompetisi pada pilkada 23 Mei mendatang. Para kandidat cenderung mulai meninggalkan gaya kampanye pengerahan massa.

Mimbar Wiyono-Cahyo Wening adalah salah satu diantara tujuh kandidat yang lebih memilih kegiatan kampanye blusukan ke pasar sebagai bentuk sosialisasi kepada pemilih. Memasuki hari kampanye ketujuh, pasangan ini memusatkan aktivitas blusukan pasar di tiga pasar yakni pasar Colombo, Sambilegi (keduanya di wilayah Depok) dan Pasar Kalasan.

Menurut Mimbar, kunjungan ke pasar-pasar tradisional merupakan moment yang tepat untuk memperkenalkan diri kepada para pedagang dan pembeli sekaligus juga mendengar keluh kesah mereka. Dia menilai metode kampanye seperti itu relatif lebih efektif sebagai ajang dialog dengan warga.

“Kunjungan ke pasar relatif efektif untuk bertemu dengan warga secara spontan. Dari aktivitas tersebut kami bisa mendengar banyak hal dari mereka sehingga bisa menjadi masukan berharga bagi kami,” ujar dia kepada Harian Jogja, usai melakukan road show kampanye Sleman timur, Kamis (13/5).

Mimbar mengatakan, dari pergumulan dengan warga pasar, pihaknya mendapat beberapa masukan yang pantas untuk diperjuangkan yakni maraknya rentenir yang dikeluhkan pedagang. Pedagang kata dia, mengharapkan agar pemerintah bisa mengatasi hal itu.

“Rentenir menjadi musuh besar para pedagang. Karena itu para pedagang berharap agar pemerintah bisa memfasilitasi berdirinya bank-bank yang agunannya bisa dijangkau oleh mereka. Ini menjadi salah satu masukan penting bagi kami,” ungkap dia.

Selain itu, kata dia, aspirasi lainnya yang cukup penting untuk diperjuangkan adalah keberlangsungan pasar tradisional itu sendiri. Para pelaku pasar, kata dia, banyak yang mengaku resah dengan keberadaan pasar-pasar modern.

“Mereka meminta agar keberlansungan pasar bisa tetap terjaga tanpa harus tergusur oleh pasar modern seperti mall-mall besar. Mereka juga berharap agar usaha-usaha yang selama ini banyak yang dilakukan dengan cara monopoli bisa dibatasi,” kata Mimbar.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: