Warga segera bangun saluran drainase

Warga Jetis, Wedomartani, Ngemplak akan segera membangun saluran drainase yang berlokasi di pintu masuk perumahan Candi Indah. Sementara pengembang perumahan yang belakangan diprotes warga tersebut telah mulai melakukan pembongkaran gapura.

Dari pantaun Warta Sembada di lokasi, Jumat (14/5), sekitar 5 orang pekerja terlihat sedang melakukan pembongkaran secara manual. Selama pekerjaan pembongkaran gapura tersebut dilakukan, akses masuk ke komplek perumahan maupun ke pedukuhan Jetis dialihkan ke jalur lain.

Dukuh Jetis Wagimin mengatakan, pihaknya berharap agar pembongkaran tersebut bisa dilakukan tepat waktu yakni maksimal selama satu bulan yang terhitung sejak 14 Mei. Warga, kata dia, selanjutnya akan melakukan pertemuan lanjutan terkait dengan upaya pembangunan saluran drainase di depan gapura.

“Permasalahan dengan pihak pengembang kami anggap sudah selesai. Kesepakatan atas pembongkaran tersebut, maka penerangan jalan, pembuatan devider jalan masuk dan saluran drainase tidak lagi menjadi tanggung jawab mereka,” ujar dia saat ditemui di rumahnya.

Menurut Wagiman, dari ketiga poin kesepakatan warga tersebut, poin yang paling mendesak yang perlu segera ditindaklanjuti adalah pembuatan saluran drainase. Memasuki musim penghujan seperti saat ini, kata dia, kerap terjadi genangan di depan pintu masuk perumahan.

“Jika dibiarkan seperti itu saja secara terus-menerus maka jalan di depan gapura akan cepat rusak karena genangan air. Lagipula, tanpa adanya saluran drainase maka jembatan yang lokasinya hanya beberapa meter di sebelah barat pintu masuk akan tergerus sehingga bisa menimbulkan longsor,” ungkap dia.

Warga, kata dia, terlebih dahulu akan mengadakan musyawarah untuk membentuk panitia yang selanjutnya akan bertanggung jawab terhadap pembuatan saluran. Sementara untuk total biaya pembuatan saluran, Wagiman mengaku belum mengetahui secara rinci.

“Biaya belum dihitung, namun nanti akan dilakukan secara swadaya oleh warga,” ungkap dia.

Dikonfirmasi terpisah, sumber Warta Sembada di PT Trikarsa mengatakan pihaknya mencoba untuk menjalankan kesepakatan dengan warga. Menurut dia, pembongkaran dilakukan tanpa melewati batas waktu yang sudah ditentukan bersama.

“Dulunya kesepakatannya kan gapura adalah milik warga Jetis yang disumbangkan oleh PT Trikarsa. Namun terpaksa dibongkar karena adanya miskomunikasi. Kami akan melakukannya karena merupakan kepentingan bersama,” ungkap dia.

One Response

  1. Jadi banyak tau tentang daerah…trims beritanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: