Blusukan ke kampung-kampung, Hafidh turunkan tim kesenian

Pasangan calon bupati/wakil bupati Sleman Hafidh Asrom-Sri Muslimatun kembali bergerilya ke kawasan Sleman timur. Tidak tanggung-tanggung, pasangan yang diusung oleh koalisi partai Demokrat, PKS, dan PPP ini bahkan menurunkan tim kesenian.

Menurut Hafidh Asrom, pihaknya ingin menyambangi desa-desa yang pada kampanye sebelumnya belum terjamah. Dikatakan, kampanye dengan cara blusukan ke kampung-kampung merupakan cara yang paling efektif dalam menjaring massa.

“Kami masih konsisten melakukan kampanye dengan cara blusukan ke kampung-kampung. Untuk kampanye yang kedua ini kami mencoba untuk menyambangi kampung-kampung yang pada putaran pertama belum kami singgahi,” ujar Hafidh.

Kandidat yang maju nyalon untuk ketiga kalinya ini mengatakan, pada kampanye pertama di wilayah timur (zona I) yang meliputi wilayah Prambanan, Kalasan, Berbah, dan Depok lalu memang masih ada kampung yang ketinggalan.

“Untuk sosialisasi dengan masyarakat kami juga menyertakan tim kesenian tradisional yang memberikan pertunjukan budaya secara cuma-cuma. Selain itu kami juga menyambangi pasar-pasar tradisional,” kata dia.

Sementara itu, pasangan independen Bugiakso-Kabul Mudji Basuki menggelar kampanye rapat terbuka di Wedomartani, Ngemplak. Sama seperti rapat umum sebelum-sebelumnya, pasangan ini mampu menyedot ribuan massa.

Di hadapan para simpatisannya, Bugi-Kabul kembali mengajak warga Sleman untuk kembali ke jati diri yakni sebagai daerah pertanian dan pendidikan. Menurut Bugiakso, jika ingin maju, maka setiap orang harus memahami jati dirinya terlebih dahulu.

“Sleman ini kan jati dirinya pertanian dan pendidikan. Seharusnya itu yang menjadi fokus perhatian. Jika nanti terpilih, kami akan memprioriotaskan kedua hal tersebut sehingga tidak ada lagi warga Sleman yang menderita,” ungkap dia.

Seperti diketahui, Pilkada Sleman 23 Mei mendatang akan diikuti oleh tujuh pasangan cabup/cawabup yakni Bugiakso-Kabul Mudji Basuki, Mimbar Wiyono-Cahyo Wening, Sukamto-Suhardono, Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, Hafidh Asrom-Sri Muslimatun Damanhuri, dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: