Polling pilkada rambah SMS

Menjelang digulirkannya pencoblosan Pilkada Sleman pada 23 Mei mendatang, hasil polling dari lembaga survei kian beragam. Salah satunya adalah polling yang digelar Lembaga Polling Independen (LPI), yang bernaung di bawah Lembaga Studi Omah Informatika yang melakukan polling Pilkada Sleman melalui sistem layanan pesan singkat (SMS).

I Gusti Ngurah Oka, Koordinator LPI, mengatakan polling ini tidak menggambarkan kecenderungan pemilih secara umum, tetapi kecenderungan pemilih sejumlah masyarakat yang bersedia mengirimkan pesan singkatnya kepada LPI.

“Software yang kami gunakan adalah Aplikasi Polling SMS Pilkada Sleman 2010. Analisa serta diskusi yang dilakukan sebanyak 3 kali juga dilakukan terhadap polling sms ini, dimana dapat diambil kesimpulan bahwa hasil polling SMS Pilkada ini bisa di pertanggungjawabkan,” ujar dia kepada wartawan di Rumah Makan Pecel Solo, Ngaglik, Senin (17/5).

Oka menuturkan, metodelogi survei LPI menggunakan SMS sebagai alat survei dan analisis serta diskusi. Responden, kata dia, hanya diperbolehkan memasukan 1 nama calon untuk satu Nomor Handphone, sehingga hasil polling lebih teruji.

“Adapun terdapat margin error dikarenakan responden mengirim format yang salah, kesalahan hanya di ijinkan 3 kali setelah itu responden tidak bisa memberikan pilihannya,” ungkap dia.

Format SMS pada polling ini: ketik <kode_calon> kirim ke 081229881883, kode calon :(BK) Bugiakso – Kabul Mudji Basuki, (MC) Mimbar Wiyono – Cahyo Wening, (KH) Sukamto–Suhardono, (SP) Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu, (ZH) Zaelani-Heru Irianto Dirjaya, (HM) Hafidh Asrom-Sri Muslimatun, dan (AY) Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun.

Dia mengatakan, jumlah SMS yang masuk kepada LPI hingga saat ini telah mencapai 1.286 SMS dengan rincian jumlah SMS yang sah sebanyak 1.286 SMS dan margin error sebanyak 7 SMS (0,55%). Responden pada polling ini, kata dia, adalah masyarakat Sleman yang terdiri dari, kaum intelektual, pengusaha, petani dan masyarakat umumnya yang memilki alat komunikasi berupa telepon seluler.

“Polling SMS tidak bisa dipakai untuk mengukur kecenderungan pemilih secara umum. Hasil polling via sms ini bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi calon pemilih tetap yang ada di kabupaten Sleman sehingga tidak menimbulkan kesalahan dalam memilih,” ungkap dia.

Polling via SMS itu dilakukan sejak Selasa ( 11/5) dan akan berakhir pada Rabu (19/5). Hingga Senin hasil polling sementara menujukkan Bugiakso-Kabul Mudji Basuki 492 sms (38,47%), Mimbar Wiyono – Cahyo Wening 22 sms (1,72%), Sukamto-Suhardono 41 sms (3,21 %), Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu 305 sms (23,85%), Zaelani-Heru Irianto Dirjaya 38 sms (2,97%), Hafidh Asrom-Sri Muslimatun 312 sms (24,39%), dan Ahmad Yulianto-Nuki Wakhinudatun 69 sms (5,39%).

“Kami menargetkan, hingga 19 Mei mendatang, jumlah responden yang masuk telah mencapai angka 5 ribu nomor,” ungkap dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: