Renovasi pasar Kolombo tertunda

Renovasi pasar Kolombo yang sudah direncanakan oleh pemerintah desa (Pemdes) Condongcatur, Depok belum bisa direalisasikan karena terbentur perizinan dari gubernur. Hingga saat ini, surat izin soal pemanfaatan aset desa tersebut belum ditandatangani gubernur.

Kepala Desa Condongcatur Marsudi mengatakan usulan renovasi sampai sejauh ini sudah disetujui oleh pihak kabupaten. Surat permohonan tersebut, kata dia, juga sudah disampaikan kepada gubernur namun belum ada jawaban.

“Kami masih menunggu turunnya izin dari gubernur. Karena itu kami masih belum bisa memastikan kapan renovasi pasar akan dilakukan. Namun pada dasarnya kami sudah siap melakukan itu, karena kami juga sudah menunjuk rekanan yang akan melakukan renovasi,” ujar dia kepada Warta Sembada, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (14/5).

Marsudi mengatakan, sambil mengunggu turunnya izin dari gubernur, pihaknya telah melakukan proses awal renovasi yakni menentukan tempat relokasi sementara para pedagang. Pemdes, kata dia, merencanakan selama proses renovasi, para pedagang akan dipindah ke sebelah timur lokasi pasar.

“Rencananya selama proses pembangunan pedagang akan dipindah ke sisi timur pasar. Kami sudah pernah mengundang para pedagang untuk mensosialisasikan hal itu dan mereka menyetujuinya. Waktu itu jumlah pedagang yang hadir sekitar 300 orang,” ujar dia.

Menurut Marsudi, pihaknya tetap akan memprioritaskan para pedagang lama untuk menempati kios-kios yang baru. Pihak desa, kata dia, sudah menginventarisir semua pedagang yang ada di sana sehingga dipastikan tidak akan terjadi penggusuran bagi pedagang lama.

“Isu penggusuran pedagang lama itu hanya omong kosong saja. Selama mereka mengikuti mekanisme dan pembayaran yang telah disepakati, kami tetap akan prioritaskan. Kami sangat menyayangkan tindakan sejumlah pedagang yang merasa diperlakukan tidak adil,” ungkap dia.

Marsudi mengatakan, sesuai dengan site plan yang telah direncanakan bentuk pasar tidak akan berbeda jauh dengan yang sekarang ini. Kios yang menghadap ke sisi timur yakni jalan kaliurang dibangun dua lantai. Sedangkan untuk blok-blok lainnya hanya satu lantai saja.

Seperti diketahui, pasar Kolombo yang berlokasi di jalan Kaliurang memiliki luas sekitar 5.000 meter persegi. Pasar tersebut menjadi tumpuan hidup ratusan pedagang. Pasca renovasi, para pedagang akan dikenakan sewa yang berlaku selama 20 tahun. Besaran sewa kios tergantung dari luas area yang ditempati oleh pedagang. Sewa terkecil diperkirakan mencapai Rp11 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: