Pengelolaan Tanam Kuliner dinilai gagal

Pengolaan Taman Kuliner yang berada di Desa Condongcatur, Depok yang dilakukan oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) lebih dari tiga tahun dianggap telah gagal. Pasalnya hingga kini tempat wisata alternatif tersebut selalu sepi pengunjung.

Kepala Desa Condongcatur Marsudi mengatakan, Taman Kuliner tidak hanya telah gagal dalam menggaet pengunjung, tapi juga telah menimbulkan ketidaknyamanan warga setempat. Menurut Marsudi, pihaknya sering mendapat keluhan dari warga sekitar saat pementasan musik under ground di tempat tersebut.

“Warga setempat merasa terganggu karena sound system-nya sangat bising. Apalagi antara Taman Kuliner dan rumah warga sekitar tidak ada pembatasnya,” ujar dia kepada Harian Jogja.

Menurut Marsudi, jika ingin menarik pengunjung yang lebih banyak, pengelola seharusnya mengganti strategi yang diterapkan selama ini. Dikatakan, kelemahan Taman Kuliner selama ini adalah tidak melibatkan masyarakat sekitar.

“Jika ingin lebih ramai lagi, pengelola harus melibatkan warga sekitar,” ungkap dia.

Marsudi mengatakan, karena lokasinya yang berada di pedesaan, sebaiknya juga mengikuti keinginan masyarakat setempat. Salah satu solusi yang bisa dilakukan oleh pengelola adalah dengan mengembangkan pementasan kesenian daerah.

Dikatakan, pementasan-pementasan kesenian tradisional paling tidak akan mendapat respon warga sekitar sehingga akhirnya Taman Kuliner memiliki segmen yang jelas. Warga Condongcatur, ungkap Marsudi, sebenarnya sudah sejak lama berharap agar kesenian-kesenian tradisional bisa diangkat.

“Kalau pengelola kekurangan pemain, kami bisa mencarikannya. Saya yakin warga setempat banyak yang tertarik untuk melakukan hal itu,” tegas Marsudi.

Selain itu, kata dia, pengembangan kios-kios yang dilakukan oleh pengelola tidak tepat. Marsudi menilai kesan yang timbul dari Taman Kuliner adalah tempat tersebut sama sekali tidak merakyat. Jika ingin bisa diterima, kata dia, pengelola sebaiknya menerapkan strategi pengembangan pasar Klithikan.

“Saya yakin kalau konsepnya dibuat seperti itu, Taman Kuliner akan jauh lebih semarak. Kami (desa) siap membantu,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: