Kepengurusan LKM-Kube Ngemplak terbentuk

Kepengurusan Lembaga Keuangan Mikro (LKM)-Kelompok Usaha Bersama (Kube) Kecamatan Ngemplak yang telah dirintis sejak beberapa bulan lalu akhirnya terbentuk.

Pada pertemuan yang digelar di Balai Desa Bimomartani, akhir pekan lalu, sebanyak 33 Kelompok Usaha Bersama (Kube), 7 Kelompok Usaha Ekonomi Produktif (Usep) Ngemplak dan tokoh masyarakat setempat menetapkan Wahyudi sebagai Ketua LKM-Kube Ngemplak.

Wahyudi terpilih melalui pemungutan suara langsung oleh semua peserta. Panitia Persiapan Pendirian LKM menetapkan Wahyudi sebagai ketua setelah berhasil menggungguli 6 rivalnya yang lain dengan mengantongi 42 suara dari 50 pemilih.

Selain Wahyudi, struktur kepengurusan yang lain adalah Iriyanti (pengawas) dari Umbulmartani,
Ibnu Sartono (sekretaris) dari Sindumartani, Heni Sutiastami (bendahara) dari tokoh masyarakat dan 3 orang anggota yakni Bukori (Bimomartani), Hartono (Widodomartani) dan Hadiatmo (Wedomartani).

Turut hadir pada acara tersebut Sri Jiyah yang mewakili Camat Ngemplak dan perwakilan dari Pusat Inkubasi Usaha Kecil (Pinbuk) Sutendi dan Lukman.

Menurut Wahyudi, acara Pembentukan Pengurus LKM yang diselenggarakan kemarin merupakan tahapan terakhir dari sejumlah persiapan pendirian LKM.  Sebelumnya Kube-kube calon pendiri LKM telah melaksanakan Pelatihan Wajib Kube (PWK) dan menghimpun Simpanan Pokok Khusus (Simpoksus).

“Kelompok-kelompok calon pendiri LKM tersebut berasal dari Desa Bimomartani 6 kelompok, Desa Umbulmartani 17 kelompok, Desa Wedomartani 10 kelompok, Desa Widodomartani 4 kelompok dan Desa Sindumartani 3 kelompok. Sedangkan swadaya yang terkumpul melalui Simpoksus sementara berjumlah Rp135,5 juta,” ujar dia.

Rencananya dalam waktu dekat ini, pengurus LKM akan segera menetapkan calon pengelola yang sudah sejak bulan April menjalani seleksi, mempersiapan kantor, dan pada Juni mendatang ditargetkan LKM secara resmi telah beroperasi.

“Nantinya selain mengelola uang dari swadaya masyarakat, LKM juga akan mengelola dana bantuan dari Pemerintah Provinsi DIY melalui Dinas Sosial Provinsi DIY,” ungkap Wahyudi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sosial Dinas Sosial Provinsi DIY  Atmaji Widi Susilo pada Sosialisasi Program Pemberdayaan Fakir Miskin melalui Peningkatan Ketrampilan Berusaha bagi Warga Miskin di Balai Desa Bimomartani pada 8 Maret lalu mengatakan 10 Kube di Bimomartani masuk sasaran program dimaksud dan akan mendapatkan bantuan dana penyertaan modal LKM sebesar Rp175 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: