Minimnya partisipasi pilkada perlu kajian

Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Sleman Sunardi mengatakan, perlu dilakukan pengkajian khusus terkait dengan minimnya tingkat partisipasi pemilih dalam perhelatan Pilkada 23 Mei lalu.

Asumsi-asumsi yang terlontar belakangan ini, kata dia, belum bisa dijadikan sebagai rujukan penyebab turunnya pertisipasi pemilih. Sosialisasi, menurut dia, memang menjadi salah satu titik lemah. Namun, ungkap Sunardi, itu bukan satu-satunya sebagai penyebab.

“Keberadaan mesin politik partai juga perlu dipertanyakan. Ini bukan semata-mata karena sosialisasi,” ungkap dia.

Menurut dia, para penyelenggara memang memiliki keterbatasan dalam melakukan tugas-tugasnya karena tahapan-tahapan yang telah dibuat. Jika ingin lebih baik, kata dia, ke depannya regulasi untuk penyelenggaran perlu diubah.

“Undang-undang soal penyelenggaran pemilu sudah perlu diperbaiki,” ungkap dia.

Dikatakan, penyelenggara dibatasi oleh tahapan-tahapan yang sebagian besar waktunya terlalu sempit. Diharapkan dengan adanya perubahan tahapan, ke depannya alokasi waktu untuk sosialisasi bisa lebih lama.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman Djajadi membantah jika dibilang minimnya sosialisasi menjadi penyebab minimnya tingkat partisipasi pemilih. Menurut dia, ada banyak faktor yang ikut berpengaruh.

“Harus dibuat kajian terlebih dahulu. Ini bukan semata-mata persoalan sosialisasi,” ungkap dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: