Pembiakan ternak kelinci mulai dilirik

Pengembangbiakan ternak kelinci pedaging mulai dilirik oleh warga  umberharjo, Prambanan. Warga di desa tersebut sejak setahun terakhir ini sudah tidak sepenuhnya lagi  mengandalkan ternak sapi dan kambing sebagai usaha sampingan.

Agus Wicaksono, salah satu peternak kelinci pedaging mengatakan, awalnya warga enggan untuk memulai pembiakan karena terbentur mitos  hewan bertelinga panjang tersebut tidak cocok untuk daerah yang suhu udaranya panas.

Menurut dia, awalnya memang para peternak masih kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan cara pengembangbiakan kelinci terutama untuk pemilihan pakan yang dinilai banyak pantangannya dan pengaturan kandang.

“Kelinci kan tidak boleh diberi air. Jadi kami agak kesulitan untuk memilah-milah pakannya terutama saat hujan. Tapi akhirnya bisa diakali juga,” ungkap dia kepada Warta Sembada.

Pada tahap awal, tidak semua peternak langsung meraup untung. Meski indukan bisa menghasilkan tujuh anakan, namun dalam perjalanannya tidak semua bisa selamat. Rata-rata, kata dia, anakan tersebut yang bisa dibesarkan hanya mencapai dua sampai tiga saja.

“Kesulitannya adalah terutama saat mengatur konsumsi kelinci. Daerah kami kan lumayan panas, sementara kelinci tidak cocok dengan kondisi tersebut,” ungkap dia.

Dikatakan, sejak dibiakkan setahun terakhir, tercatat telah ada 12 orang peternak yang membentuk kelompok ternak di dusun Berjo, Sumberharjo. Saat ini, kata dia, jumlah indukan para peternak telah mencapai 67 ekor.

Agus menuturkan, meski belum memiliki pasar yang pasti, namun dia dan rekan-rekan sesama anggota kelompok keawalahan untuk memenuhi permintaan warga sekitar. Belakangan ini, kata dia, minat warga terutama di dusun Berjo memang kian meningkat.

Pembiakan Kelinci itu, kata dia, tidak terlalu sulit. Peternak bisa menjadikannya sebagai pekerjaan sampingan. Keuntungannya, kata Agus, Sumberharjo memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga peternak tidak akan kesulitan dalam mencari pakan.

“Pakannya di sini melimpah. Peternak hanya perlu mencari pakan tambahan dari pabrikan,” ungkap Agus.

Kelompok ternak Berjo, kata Agus, juga telah mulai merintis usaha yang bisa menambah manfaat peternakan kelinci itu misalnya saja sate kelinci. Agar usaha tersebut bisa terealisasi, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan kelompok ternak kelinci di desa lainnya.

“Hingga saat ini belum ada wadah bagi peternak kelinci di Prambanan. Kalau wadah sudah ada, mencari solusinya lebih gampang,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: