Taman Gaul rampung sebelum puasa

Hardjito-camat prambanan

Taman Gaul yang pembangunannya telah dimulai sejak akhir April lalu diperkirakan akan rampung sebelum bulan puasa yang akan datang. Taman ini diproyeksikan sebagai lokasi wisata kuliner alternatif bagi pelintas batas yang masuk dan keluar DIY.

Camat Prambanan Hardjito mengatakan, hingga saat ini proses pembangunan taman tersebut telah mencapai 50%. Dia berharap, dengan adanya pembangunan taman yang lokasinya di pintu masuk Prambanan tersebut maka perwajahan kecamatan tersebut bisa lebih baik.

“Sesuai dengan kontrak kerja dengan rekanan, masa pembangunan taman akan barlangsung selama 120 hari. Sekarang baru mencapai 40 hari kerja. Mudah-mudahan sebelum puasa, taman tersebut sudah bisa diresmikan,” ujar dia kepada Warta Sembada saat ditemui dalam sebuah acara di Balai Desa Bokoharjo, Prambanan, Senin (31/5).

Menurut Hardjito, pihaknya memang sejumlah rencana penataan untuk mempercantik perwajahan pintu masuk wilayah Prambanan dari arah timur yang antara lain meliputi Taman Kuliner, terminal dan pasar Prambanan.

Pembanguan taman rekreasi sekaligus taman kuliner yang luasnya mencapai tiga ribu meter persegi tersebut, kata dia, menghabiskan dana sebesar Rp1,2 miliar.

“Pembangunan Taman Gaul itu merupakan usaha kami untuk menata wilayah. Seperti diketahui kan Prambanan menjadi pintu masuk DIY untuk wilayah timur, sehingga perwajahannya juga perlu dipoles,” ujar dia.

Terkait dengan para PKL, Hardjito mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi soal relokasi tersebut. Untuk menghindari kesan kumuh loasi yang baru, gerobak dan tenda-tenda PKL akan diseragamkan.

“Hitungan yang kami buat, butuh biaya sekitar Rp1,5 juta per pedagang untuk penyeragaman gerobak dan tenda tersebut. Pedagang yang belum memiliki modal akan dikoordinasi dengan koperasi agar bisa nyicil,” kata Hardjito.

Sementara untuk pengelolaannya, menurut rencana kata dia, akan diambilalih oleh Pemkab Sleman. Namun hingga saat ini belum ada lembaga teknis yang sudah ditugaskan secara resmi untuk mengurus operasionalnya.

“Belum ada kejelasan soal siapa yang mengelola. Namun jika kami yang ditugaskan oleh Pemkab, pada prinsipnya kami siap-siap saja,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: