Pembebasan lahan bandara belum jelas

Pembebasan lahan tahap kedua untuk perpanjangan landasan pacu Bandara Adi Sutjipto yang mencakup wilayah dua desa di Berbah yakni Tegaltirto dan Kalitirto hingga saat ini masih belum ada kejelasan.

Kepala Desa Tegaltirto, Berbah Susilo Nugroho mengatakan pihaknya belum mendapat pemberitahuan dari Dinas Perhubungan DIY terkait dengan pembebasan lahan warga di pedukuhan Jagalan yang luasnya diperkirakan mencapai dua hektar.

Menurut Susilo, meski belum diminta oleh tim panitia pembebasan lahan, pihaknya sudah menyiapkan data-data yang dibutuhkan. Data tersebut berkaitan dengan kepemilikan tanah dan daftar bangunan di lokasi yang akan dibebaskan.

“Data-datanya sudah kami siapkan meskipun hingga saat ini kami belum mendapatkan konfirmasi soal pembebasan lahan tahap kedua tersebut,” ujar dia saat ditemui Warta Sembada di Balai Desa Tegaltirto, Kamis (3/6).

Data Pemerintah Desa (Pemdes) Tegaltirto menunjukkan, luas lahan yang akan terkena pembebasan pada tahap kedua adalah 8.670 meter persegi. Lahan tersebut dikuasai oleh sembilan nama kepemilikan tanah.

“Luas itu berdasarkan data letter C yang kami miliki,” ungkap Susilo.

Wacana perpanjangan landasan bandara ke arah timur sebenarnya sudah bergulir sejak 2007 lalu. Landasan pacu saat ini yang panjangnya hanya mencapai 2.200 meter ini dianggap masih terlalu pendek sehingga direncanakan penambahan landasaan sepanjang 300 meter lagi.

Menurut Susilo, pembebasan lahan tahap pertama telah dilakukan pada akhir tahun lalu yang meliputi lahan warga seluas 900 meter persegi. Sebanyak 22 warga pemilik lahan saat itu mendapat ganti rugi pembebasan tanah dengan harga Rp500-Rp640 ribu per meternya.

Meski sempat melalui tahapan yang cukup alot, kata Susilo, namun proses pembebasan tersebut akhirnya bisa diselesaikan dengan baik. Dalam pembebasan lahan tersebut, kata dia, pihak desa dilibatkan oleh Dinas Perhubungan DIY sebagai fasilitator dengan warga.

“Fasilitasi dilakukan dalam beberapa tahapan yang sebelumnya sudah diawali dengan sosialiassi. Awalnya memang ada yang keberatan, tapi kemudian bisa memahami,” kata dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: