Bokoharjo andalkan Simade

Seorang ibu tengah menerangkan proses pembuatan Jamu Jawa kepada tim dewan juri lomba desa

Pemerintah Desa (Pemdes) Bokoharjo, Prambanan menjadikan sistem informasi manajemen administrasi desa (Simade) sebagai salah satu andalan dalam mengikuti lomba desa tingkat provinsi DIY.

Saat tim juri melakukan penilaian di Balai Desa Bokoharjo, Senin (7/6), penerapan teknologi tersebut juga turut dipresentasikan oleh Pemdes setempat. Kepala Desa Bokoharjo Suharyono mengatakan Simade memang layak dikedepankan karena mempermudah petugas dan warga dalam mengakses data-data desa.

Menurut Suharyono, selain Simade, pihaknya juga mengunggulkan kreasi warga setempat yang antara lain adalah biogas, penyulingan minyak dan kerajinan fiberglass. Dia mengatakan, persiapan yang dilakukan sudah cukup matang karena didukung oleh semua komponen masyarakar Bokoharjo.

“Target kami adalah tampil sebagai juara,” ujar dia kepada Warta Sembada saat ditemui di sela-sela acara.

Selain menilai sistem administrasi di balai desa, tim provinsi yang terdiri 30 orang anggota itu juga meninjau langsung potensi-potensi unggulan desa tersebut yakni di Ringinsari (emping), Marangan (peternakan dan penyulingan), Manjasam (PAUD), Jambusari (kebersihan) dan Klurakan Baru (fiberglass).

Tim yang diketuai oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY Siti Munawaroh  merupakan tim lintas sektoral yang terdiri dari Biro Kesra, Polda, Bappeda, BPPN, Kesbanglinmas, BKKBN, Dinas Kesehatan, Biro Umum, dan Biro Tapem.

Menurut Siti, Bokoharjo merupakan finalis ketiga yang telah dinilai setelah desa Terong (Bantul) dan Tanjungsari (Gunungkidul. Selain itu, tim juga akan melakukan penilaian terhadap dua peserta lomba lainnya yakni Keparakan (Kota Jogja) dan Temon Wetan (Kulonprogo).

Dikatakan, penilaian dewan juri didasarkan pada tingkat partisipasi warga, pendidikan, maupun sistem administrasi desa. Tujuan lomba ini, kata dia, adalah untuk memotivasi partisipasi masyarakat meskipun pada dasarnya pembangunan dilakukan oleh pemerintah.

“Hasil penilaian juri akan diumumkan seminggu lagi,” ungkap Siti.

Dikatakan, finalis yang tampil sebagai juara pertama dan kedua masing-masing akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp35 juta dan Rp25 juta. Selain itu, khusus untuk juara pertama, juga akan diikutkan untuk lomba serupa di tingkat nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: