Penyelewengan TKD Caturtunggal paling rawan

Dibanding dua desa lain di kecamatan Depok, penyelewengan Tanah Kas Desa (TKD) di Caturtunggal dinilai paling rawan.

Camat Depok Supardal mengatakan kerawanan tersebut disebabkan karena data TKD yang dimiliki oleh pemerintah desa (Pemdes) sangat abu-abu. Karena tidak adanya data yang jelas, tidak mengherankan banyak pihak yang mencoba untuk bermain baik warga maupun aparat Pemdes.

“Caturtunggal paling ruwet karena data yang di desa abu-abu,” ujar dia kepada Warta Sembada.

Seperti diketahui, puluhan warga Pulodadi, Seturan menggeruduk Balai Desa Caturtunggal, Depok, Rabu (23/6). Mereka mempertanyakan status sebidang tanah seluas 1.055 meter persegi yang diduga sebagai Tanah Kas Desa (TKD) dan telah dijual oleh oknum kepala desa.

Para pendemo menilai, dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi banyak penyalahgunaan TKD. Mereka  mengkhawatirkan, jika hal itu dibiarkan terus-menerus, lama-lama TKD di Caturtunggal bisa habis dijual.

Menurut Supardal, permasalahan tersebut memang cukup pelik. Sebagai solusinya, kata dia, kepela desa harus bisa merangkul semua dukuh di Caturtuunggal sehingga semua bukti-bukti yang menyangkut TKD bisa dikumpulkan lagi.

“Kalau dia tidak bisa merangkul semua dukuh, maka permasalahan akan terus terjadi,” ungkap Supardal.

Dua desa lain yakni Condongcatur dan Maguwoharjo, menurut dia, administrasi TKD-nya relatif lebih bagus. Desa Condongcatur, kata Supardal, relatif lebih tertib. Hanya saja, tambahnya, di lapangan banyak ditemui penggunaan TKD yang tidak sesuai dengan izin. Sementara untuk Maguwoharjo, ungkap dia, administrasinya sudah cukup bagus.

Kepala Desa Caturtunggal Agus Santoso mengatakan, di desanya terdapat 500 bidang TKD yang tersebar di semua pedukuhan. Namun untuk luas pasti TKD tersebut, Agus mengaku tidak memiliki data yang valid.

“Sangat banyak dan tersebar di berbagai lokasi,” ungkap Agus.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Sleman Setya Budhi mengatakan pihaknya mendukung upaya-upaya penegakan hukum yang menyangkut permasalahan TKD. Laporan yang sifatnya tidak jelas, kata dia, tidak bisa dijadikan rujukan.

“Hormati saja proses hukumnya,” kata dia.

One Response

  1. memang dibuat semakin abu-abu, spy warga tidak tau itu TKD atau milik lurahe… mestinya ini bukan hal yg sulit, mengingat SDM Caturtunggal wahid-wahid… Silakan KPK segera membantu…biar lurahe gak kebablasen…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: