Anak difabel cenderung disembunyikan ortu

Keluarga justru kadang menjadi salah satu penghalang bagi kemandirian kaum difabel. Pasalnya banyak orang tua yang cenderung menyembunyikan anaknya yang menjadi penyandang cacat.

Kasie Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Dinas Sosial DIY Sri Harjanta mengatakan perilaku seperti itu terjadi karena sebagian orang tua malu menerima keadaan jika anaknya merupakan seorang difabel.

Menurut Harjanta, difabel bukanlah beban bagi keluarga sehingga mereka tidak perlu disembuyikan. Ratusan penyandang tuna netra yang telah lulus dari pendidikan di PSBN, kata dia, terbukti bisa mandiri bahkan bisa menghidupi diri sendiri.

“Sudah sekitar 590 orang yang lulus pendidikan. Sebanyak 95% diantaranya telah mandiri dan membuka panti pijat,” ujar dia kepada Warta Sembada saat ditemui di sela-sela acara motivasi seleksi bagi calon peserta pelatihan PSBN di kantor Kecamatan Ngemplak, Rabu (7/7).

Motivasi seleksi tersebut, kata dia, merupakan bagian dari sosialisasi PSBN untuk merekrut peserta yang akan dididik selama dua tahun hingga menjadi tukang pijat yang mandiri. Pihaknya berharap, dengan adanya acara seperti itu, para orang tua bisa memahami pentingnya kemandirian bagi kaum difabel.

Setiap tahunnya, kata dia, PSBN mendidik sebanyak 20 orang peserta dari seluruh wilayah DIY. Panti yang berdiri sejak tahun 1981 tersebut menerima peserta didik usia produktif yakni 15-40 tahun. Pada saat pendidikan, kata dia, para peserta akan dibimbing dalam banyak hal terutama usaha kerja produktif, pengembangan dan pemantapan usaha.

“Setelah lulus diharapkan mereka bisa mandiri dan mendirikan usaha sendiri,” kata Harjanta.

Bendahara Paguyuban Penyandang Cacat Sleman (PPCS) Suparno mengatakan di Sleman diperkirakan jumlah kaum difabel mencapai 8.500 orang. Dari jumlah tersebut, dua ribu diantaranya merupakan penyandang tuna netra.

“30% diantaranya mandiri dan bekerja,” ungkap dia.

Program seperti yang dilakukan PSBN, kata Suparno, sangat membantu kaum tuna netra. Pasalnya selama ini, tambahnya, ada kecenderungan para difabel kesulitan mengakses program-program yang dilakukan pemerintah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: