Kebijakan pupuk organik masih simpang siur

Para petani sepertinya masih perlu menunggu waktu yang cukup lama soal kejelasan standarisasi pupuk organik.

Ketua Komisi C DPRD Sleman Sugiyarto Sastro Sanjoyo mengatakan standarisasi memang penting dilakukan sehingga kualitas pupuk organik bisa diandalkan. Sayangnya kebijakan soal standarisasi tersebut belum ada yang mengatur secara rinci.

Dalam waktu dekat ini, kata dia, Komisi C akan menanyakan hal tersebut kepada Kementrian Pertanian di Jakarta. Dikatakan, pihaknya akan mempertanyakan kebijakan pemerintah pusat soal keberadaan pupuk organik yang belakangan banyak digunakan oleh petani.

“Kami butuh kepastian soal kebijakan pupuk organik karena saat ini sudah banyak beredar di pasaran,” ujar dia kepada Warta Sembada, Rabu (7/7)

Sugiyarto mengakui banyaknya merek yang beredar di kalangan petani bisa menimbulkan masalah karena kualitasnya belum teruji. Tanpa adanya standarisasi dan pengawasan, kata dia, para petani akan dirugikan.

Pihaknya berharap agar dinas terkait mengintensifkan pertemuan dengan para petani sehingga persoalan tersebut bisa dipecahkan. Bagaimanapun, kata dia, pemakaian pupuk organik ke depannya akan semakin penting.

Sekretaris Komisi B DPRD Sleman Farchan Hariem mengatakan Pemkab tidak seharusnya menjadikan keterbatasan anggaran sebagai alasan untuk menghindari standarisasi pupuk organik. Menurut Farchan, seharusnya dinas pertanian terlebih dahulu melakukan pengkajian penting tidaknya standarisasi tersebut.

“Masalah anggaran kan wewenang dewan. Selama itu berguna untuk para petani, kami akan berusaha perjuangkan,” ungkap dia.

Farchan mengatakan persoalan pupuk memang menjadi masalah sensitif bagi para petani di Sleman. Apalagi, kata dia, Sleman hingga saat ini masih bisa mempertahankan eksistensi sebagai lumbung padi wilayah DIY.

Pihaknya meminta agar Pemkab serius dalam menindaklanjuti keluhan para petani. Dia berharap agar nantinya persoalan pupuk organik ini menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Karena itu, kata Farchan, pemkab harus melakukan pemantauan peredaran pupuk tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: