Pemkab dirikan 8 posko pengendalian wereng

Hama Wereng Coklat (HWC)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman mendirikan delapan posko pengendalian hama wereng coklat (HWC).

Tindakan ini dilakukan sebagai upaya untuk menahan serangan hama wereng yang telah memasuki wilayah Sleman. Seperti diketahui saat ini tiga kecamatan di Sleman telah terserang wereng yakni Prambanan (15 hektar), Pakem (26 hektar), dan Mlati (10 hektar).

Delapan posko tersebut dipusatkan di masing-masing Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan ( UPT BP3K) setempat yakni di Prambanan, Godean, Moyudan, Seyegan, Pakem, Ngemplak, Berbah dan Sleman.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Hortikultural (TPH) Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sleman Edy Sri Harmanto mengatakan posko ini diisi oleh sejumlah petugas yakni penyuluh, pengendali, dan pengamat hama.

“Setiap posko diisi tiga orang penyuluh, 1 orang pengamat dan 1 orang pengendali,” ujar dia di sela-sela panen raya Kelompok Tani (Poktan) Sedya Makmur dan Tamen Tuwuh Candisingo, Madurejo, Prambanan, Kamis (8/7).

Selain petugas, kata dia, di posko ini juga tersedia obat-obatan yang berfungsi untuk membasmi hama wereng. Pihaknya berharap warga segera melapor ke posko atau petugas jika menemukan adanya serangan wereng di lahan mereka.

Khusus untuk obat-obatan, kata dia, dinas menyediakannya secara gratis. Obat-obatan itu, tambah Edy merupakan stok yang dimiliki oleh masing-masing UPT. Ditambahkan, jika stok telah menipis, pihaknya akan berkoodinasi dengan provinsi.

“Masyarakat tidak usah khawatir dengan ketersediaan obat-obatan,” ungkap dia.

Edy menuturkan, posko ini sifatnya tidak pasif. Selain menunggu laporan dari petani maupun Poktan, pihaknya juga tetap melakukan sosialisasi soal penyebaran wereng. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kata dia, akan selalu turun ke bawah.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Produksi Tanaman Pangan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pertanian (BPTP) DIY Sartono mengatakan siklus hama wereng berlangsung 28-30 hari. Dalam satu siklus kehidupannya, kata dia, wereng lima kali mengalami pergantian kulit.

“Pergantian kulit itu biasanya berlangsung 2 hari sekali,” ungkap dia.

Dia menuturukan, keberadaan hama wereng memang cukup membahayakan tanaman padi karena sifatnya yang menyedot cairan yang ada dalam tanaman tersebut. Jika tanpa ada pengendalian kata dia, dalam waktu yang singkat tanaman padi bisa mati mengering.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: