Poktan Planet Ikan hias dinilai tim pusat

Tim evaluasi sedang melakukan penilaian

Kelompok Tani (Poktan) Planet Ikan Hias Berbah yang mewakili DIY untuk lomba tingkat nasional, Selasa (13/7), dinilai oleh tim evaluasi kinerja kelembagaan kelompok pemberdayaan ikan hias Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Kasubdid Perbenihan Skala Kecil Direktorat Perbenihan Dirjen Perikanan Budidaya KKP yang bertindak sebagai ketua tim Alfida mengatakan lomba tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar KKP.

Tahun ini, kata dia, ada empat Poktan yang masuk nominasi untuk kategori ikan hias yakni Planet Ikan Hias (DIY), Borobudur (Jawa Tengah), Curug Jaya (Jawa Barat) dan Jamak Sari (Jawa Timur).

Dikatakan, lomba kinerja kelembagaan tahun ini melibatkan sembilan kategori di antaranya udang, rumput laut, nila, Catfish, ikan hias, Unit Pelayanan dan Pengembangan (UPP), Unit pembenihan ikan dan laboratorium kesehatan ikan.

Alfida mengatakan pemilihan empat nominee tersebut telah dilakukan melalui tahapan lomba yang dilakukan secara sistematis. “Seleksinya melalui dokumen peserta yang dikirimkan oleh masing-masing dinas teknis tingkat provinsi,” ungkap dia di sela-sela acara.

Aspek penilaian tim evaluasi, kata Alfida, meliputi penilaian teknis, ekonomis, dan sosial. Ditambahkan, tujuan digelarnya lomba tersebut adalah untuk memotivasi para peserta untuk meningkatkan produktivitas.

Selain tim yang beranggotakan empat orang, hadir dalam acara itu antara lain Kasie Teknis Budidaya, Bidang Perikanan, Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Sunardi, Kasie Produksi Perikanan, Bidang Perikanan, Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehuatanan Sleman Zainal Arifin, Camat Berbah Krido Suprayitno, dan Kepala Desa Sendangtirto Sardjono.

Anggota Poktan Planet Ikan Hias Sutirto Gunadi mengatakan dalam mengikuti lomba pihaknya mengandalkan sistem soliter keramba yakni menggunakan botol air mineral sebagai media pembesaran ikan cupang.

Penggunaan botol air mineral itu, kata dia, jauh lebih hemat dan efektif bila dibanding dengan menggunakan akuarium. Untuk satu botol air mineral pihaknya hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp300-500, sedangkan jika menggunakan akuarium biayanya mencapai Rp5.000-7.000.

“Botol-botol itu diberi lubang dan disusun secara rapi di dalam kolam. Airnya tidak perlu dikuras karena kolam-kolam tersebut dihubungkan ke saluran melalui pipa,” ungkap dia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: